Penguatan Kesehatan Mental Santri” Strategi Menuju Indonesia Emas

Penguatan kesehatan mental santri dalam sistem komunal dua puluh empat jam harus diposisikan sebagai agenda strategis pembangunan sumber daya manusia nasional.


Editorial Indonesia news 

Kemenko PM RI bersama FPTP melaksanakan langkah kolaboratif di Pondok Pesantren MALNU Menes Pandeglang sebagai model intervensi preventif-edukatif yang terukur dan relevan secara ilmiah.

Hasil pemeriksaan psikologis yang dipimpin Prof. Endang Retno Surjaningrum menunjukkan mayoritas santri berada dalam kondisi mental stabil dan adaptif.

Kegelisahan yang muncul biasanya terkait tanggung jawab akademik seperti setoran Alfiyah, Jurmiyah, dan hafalan Al‑Qur’an, mencerminkan dinamika proses pembelajaran berbasis disiplin, bukan gangguan mental serius.

Pesantren merupakan ekosistem pendidikan kolektif dengan intensitas interaksi sosial tinggi.

Dalam perspektif psikologi sosial, dinamika emosi, perbandingan sosial, dan tanggung jawab kolektif memerlukan regulasi internal agar santri tumbuh stabil secara mental.

Pendekatan NLP dan hipnoterapi membantu membentuk pola dialog internal dan pengelolaan emosi yang baik, sehingga deteksi dini menjadi instrumen preventif yang rasional.

Model pembinaan pesantren melatih disiplin, ketekunan, dan daya tahan psikologis yang esensial bagi kehidupan dewasa.

Disiplin waktu, tanggung jawab bersama, refleksi diri, serta latihan keseimbangan emosi membentuk resiliensi yang kuat.

Pendidikan pesantren bukan hanya penguasaan ilmu, tetapi pembentukan karakter matang, stabil secara emosional, dan adaptif menghadapi tekanan sosial dan akademik.

Dalam kerangka Indonesia Emas, pembangunan manusia tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.

Ketahanan mental generasi muda adalah fondasi daya saing bangsa.

Penguatan kesehatan mental santri yang ilmiah dan selaras nilai pesantren adalah investasi strategis jangka panjang.

Negara perlu mengalokasikan anggaran yang layak, mendukung program pembinaan karakter, dan menjadikan pesantren mitra utama pembangunan sumber daya manusia unggul.

Berdasarkan data Kementerian Agama Republik Indonesia, terdapat lebih dari 48 ribu pondok pesantren aktif di seluruh Indonesia.

Jumlah santri hampir 11 juta orang dengan sekitar 241 ribu ustadz dan ustadzah, menunjukkan skala besar kontribusi pesantren terhadap pendidikan nasional. (ahd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =