FPTP” Dorong Penguatan Kesehatan Pesantren Secara Terukur

Kesehatan santri merupakan prasyarat utama bagi lahirnya generasi yang tangguh secara intelektual, spiritual, dan sosial.

Editorial Indonesia news 

Pembangunan sumber daya manusia nasional tidak dapat dilepaskan dari peran pesantren sebagai salah satu pilar pendidikan berbasis nilai dan karakter.

Di tengah agenda besar penguatan kualitas generasi bangsa, kesehatan santri menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar.

Tanpa jaminan kondisi fisik yang sehat dan lingkungan yang terkelola baik, proses pendidikan tidak akan mencapai efektivitas optimal.

Dalam kerangka itulah, Rabu, 18/2/26) Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap para santri Pondok Pesantren Matholiu’ul Anwar MALNU di Manes, Pandeglang.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan simbolik, melainkan langkah operasional yang dirancang untuk memastikan standar kesehatan santri terpantau secara sistematis dan profesional.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, deteksi gangguan pernapasan ringan, serta pemeriksaan penyakit kulit yang lazim ditemukan di lingkungan asrama.

Pemeriksaan kesehatan santri yang dipimpin oleh dr. Dila, dokter yang dipercaya oleh FPTP dan Kemenko PM untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai standar medis dan prinsip preventif.

Dalam keterangannya, dr. Dila menyampaikan bahwa secara umum kondisi kesehatan para santri berada dalam kategori baik dan stabil, tanpa temuan indikasi penyakit serius.

Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan berkala sebagai instrumen deteksi dini guna menjaga kualitas kesehatan santri secara berkelanjutan.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan pesantren berjalan cukup baik. Namun penguatan kesehatan tidak boleh berhenti pada satu momentum.

Ia memerlukan sistem pemantauan, edukasi hidup bersih, serta kolaborasi lintas lembaga agar tercipta standar kesehatan pesantren yang konsisten di berbagai daerah.

Direktur Eksekutif FPTP, KH. Syaifullah Ma’sum, menegaskan bahwa transformasi pesantren harus dimulai dari fondasi dasar yang kokoh.

Kesehatan santri merupakan prasyarat utama bagi lahirnya generasi yang tangguh secara intelektual, spiritual, dan sosial.

Kolaborasi antara FPTP dan Kemenko PM ini menegaskan bahwa pesantren ditempatkan dalam arus utama strategi pembangunan manusia Indonesia.

Penguatan kesehatan pesantren bukan sekadar program sektoral, melainkan bagian dari pendekatan terintegrasi dalam membangun kualitas generasi bangsa.

Langkah yang dilakukan di Manes, Pandeglang, memperlihatkan bahwa sinergi kebijakan dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret yang terukur dan berdampak langsung.

Dari sinilah penguatan pesantren menemukan makna strategisnya memastikan generasi yang dididik di dalamnya tumbuh sehat, terjaga, dan siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =