soft skill”Modal Pesantren Hadapi Globalisasi

Jakarta – Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) menegaskan komitmennya mendampingi pesantren di seluruh Nusantara agar selaras dengan arah kebijakan nasional dalam penguatan kualitas sumberdaya manusia.

Penguatan soft skill pesantren dan santri dipandang penting agar pesantren mampu berperan aktif di tengah perubahan global.

Soft skill dimaknai sebagai kemampuan mengelola diri dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Nilai ini tercermin dalam kedisiplinan, kebersihan, ketepatan waktu, etos kerja, kemampuan menyesuaikan diri, serta kepekaan membaca perkembangan sosial yang terus bergerak.

Hal tersebut disampaikan oleh KH. Saifullah Maksum, Direktur FPTP, di Jakarta Pusat, Selasa (6/1/26). Ia menyampaikan, penguatan soft skill di pesantren tumbuh melalui kembiasaan hidup yang dijalani dengan kesadaran dan keteladanan.

Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan pribadi yang matang secara sikap dan adab. Dengan soft skill yang baik, santri diharapkan mampu melangkah di ruang sosial dan dunia kerja dengan tenang, adaptif, serta tetap menjaga nilai-nilai pesantren. (AHD)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × one =