Jabatan, Kuasa, dan Perselingkuhan
Membaca Luka Batin Elite dalam Perspektif NLP, Al-Ghazali, Psikologi Modern, dan Hipnoterapi
Editorial Indonesia New
1. Fenomena yang Menarik Perhatian Publik
Fenomena perselingkuhan di kalangan elit dan figur berpengaruh kembali ramai diperbincangkan. Informasi semacam ini dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian luas di media sosial.
Banyak orang mengikuti berita tersebut secara berulang melalui aktivitas menggulir layar. Ketertarikan publik meningkat ketika sosok yang diberitakan selama ini dipandang berhasil atau berpengaruh.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana perhatian masyarakat modern mudah terserap oleh kehidupan pribadi figur yang memiliki pengaruh sosial.
2. Media Sosial dan Pola Perhatian Massal
Media sosial menyajikan informasi secara cepat dan terus-menerus. Setiap pembaruan memancing rasa ingin tahu berikutnya.
Otak manusia cenderung tertarik pada cerita yang memicu emosi. Karena itu, isu perselingkuhan mudah membuat orang terus membaca.
Dalam situasi ini, banyak orang tidak lagi menganalisis secara kritis, tetapi sekadar mengikuti arus perhatian.
3. Validasi Diri dalam Perspektif NLP
Dalam kajian NLP, dikenal pola ketergantungan pada penilaian luar. Nilai diri seseorang dibentuk dari pujian dan pengakuan orang lain.
Figur elit umumnya dikelilingi oleh lingkungan yang penuh apresiasi. Pujian datang terus-menerus dan membentuk rasa diri yang bergantung pada respons eksternal.
Relasi intim kemudian berfungsi sebagai penguat rasa diterima dan diakui secara personal.
4. Kehidupan yang Terbagi
Banyak figur berpengaruh mampu memisahkan kehidupannya ke dalam beberapa ruang. Ada ruang publik, ruang keluarga, dan ruang pribadi yang disembunyikan.
Secara lahiriah, pembagian ini tampak teratur. Tidak ada konflik yang terlihat ke permukaan.
Namun secara batin, kondisi ini menciptakan keterpecahan dan mengurangi keutuhan diri.
5. Luka Batin yang Sering Tidak Disadari
Luka batin tidak selalu berupa peristiwa besar. Ia sering muncul dari pengalaman kecil yang berulang sejak masa awal kehidupan.
Bentuknya bisa berupa kurang perhatian, jarang dihargai, tuntutan berlebihan, atau tidak merasa aman secara emosional.
Ketika dewasa dan berpengaruh, luka ini tidak otomatis hilang, melainkan tertutup oleh kesibukan dan pencapaian.
6. Hubungan Luka Batin dan Perselingkuhan
Luka batin menimbulkan rasa kosong yang sulit dijelaskan. Perasaan ini sering muncul tanpa disadari.
Relasi intim di luar hubungan utama sering dijadikan cara cepat untuk menenangkan kekosongan tersebut. Ada rasa diperhatikan dan dianggap berarti.
Dalam konteks ini, perselingkuhan menjadi bentuk pelarian dari luka lama yang belum diselesaikan.
7. Pandangan Al-Ghazali tentang Pengaruh dan Diri
Al-Ghazali mengingatkan bahwa kecintaan berlebihan pada pengaruh dan pengakuan dapat melemahkan kendali diri.
Semakin besar pengaruh seseorang, semakin besar pula godaan untuk merasa istimewa.
Jika tidak disertai kesadaran diri, rasa istimewa ini membuat batas benar dan salah menjadi kabur.
8. Penjelasan Psikologi Modern
Psikologi modern menjelaskan bahwa pengaruh dan kuasa dapat menurunkan kontrol diri. Seseorang menjadi lebih berani melanggar batas.
Empati terhadap orang lain cenderung berkurang, sementara rasa aman dari akibat perbuatan meningkat.
Hal ini bukan semata persoalan niat buruk, melainkan dampak psikologis dari posisi berpengaruh.
9. Luka yang Muncul di Puncak Keberhasilan
Banyak orang mengira keberhasilan akan menghapus luka batin. Kenyataannya, luka sering muncul justru ketika tujuan hidup telah tercapai.
Saat kesibukan berkurang dan tantangan mereda, ruang batin menjadi lebih sunyi.
Pada kondisi ini, relasi intim sering dijadikan sarana untuk kembali merasakan makna diri.
10. Relasi Intim sebagai Cermin Kesehatan Jiwa
Cara seseorang mengelola relasi intim mencerminkan cara ia mengelola dirinya sendiri.
Relasi yang dibangun atas dasar pelarian menunjukkan adanya persoalan batin yang belum terselesaikan.
Dalam jangka panjang, hal ini memengaruhi kualitas keteladanan yang terlihat di ruang sosial.
11. Catatan Editorial
Perselingkuhan bukan semata akibat pengaruh atau kuasa. Pengaruh hanya memperbesar luka batin yang telah ada.
Tanpa kesadaran dan upaya penyembuhan, luka tersebut akan terus mencari jalan keluar.
Kesehatan jiwa figur berpengaruh menjadi penting karena dampaknya meluas ke kehidupan sosial secara umum.
Penulis:
Amin Hidayat, MPd., CMH., CI.
Praktisi Psikologi Politik dan Kajian Kekuasaan
