Kentut: Suara Jujur yang Selalu Disangkal Manusi

Humor Kesehatan Mental 

Oleh : Amin Hidayat,MPd.,CMH.,CI.,

Praktisi Hipnoterapi

Kentut adalah pengakuan dosa paling cepat. Tidak bisa ditarik, tidak bisa diedit, dan tidak bisa dihapus. Begitu bunyi, semua orang tahu, tapi semua orang pura-pura tidak tahu.

Otak manusia luar biasa. Bisa menyangkal kenyataan dalam sepersekian detik.

Otak Langsung Main Politik

Begitu kentut terdengar, otak tidak bertanya “apa ini?”. Otak langsung bertanya: “Siapa yang kentut?” Kalau yang kentut orang penting, otak memerintahkan: jangan bereaksi.

Kalau yang kentut diri sendiri, otak berkata: “Diam. Jangan bergerak. Jangan bernapas.”

Kentut dan Teori Kambing Hitam

Saat kentut berbunyi, otak cepat mencari korban. Mata melirik ke kiri, ke kanan. Kalau ada anak kecil atau kucing, itu bonus.

Ini refleks sosial. Kentut bukan cuma bau, tapi ancaman reputasi.

Suami-Istri: Zona Kentut Tanpa Dosa

Suami kentut keras, istri hanya menghela napas. Istri kentut, suami mendadak fokus ke TV. Tidak ada sidang etik.

Ini bukan karena tidak sopan, tapi karena cinta sudah kenyang dengan realita.

Kentut yang Sengaja Ditekan: Kejahatan Terencana

Ada orang yang tidak kentut spontan. Dia menunggu momen. Ditekan pelan, diatur volumenya, lalu dilepas.

Otak bagian kreatif bekerja. Ini bukan refleks. Ini seni.

Di Depan Guru, Kentut Bisa Jadi Masalah Akidah

Di depan orang terpandang, kentut terasa seperti dosa besar. Otak panik. Usus disandera. Wajah tegang seperti ujian hidup.

Padahal di rumah, kentut bisa jadi pembuka obrolan.

NLP: Kentut Itu Netral, Pikiranmu yang Drama

Dalam NLP (Neuro Linguistic Programming), kentut hanyalah stimulus. Tidak baik, tidak jahat. Yang membuatnya memalukan adalah makna yang kita tempelkan.

Kentutnya santai. Pikiran manusianya ribet.

Hipnosis: Kenapa Kita Bisa Tertawa Mendengar Kentut

Saat rileks, otak masuk mode trance ringan. Filter moral turun. Kentut lewat, lalu tawa muncul tanpa izin.

Makanya kentut sering lucu di tongkrongan, tapi horor di ruang rapat.

Amigdala Bilang: Ini Bau, Bukan Bom

Amigdala bertugas menjaga keselamatan. Kentut tidak membunuh. Tidak menyerang. Tidak mengejar. Maka alarm tidak berbunyi.

Yang ribut itu ego, bukan otak purba.

Menutup Hidung: Bukan Takut, Tapi Gengsi

Orang menutup hidung bukan karena bahaya. Tapi karena ingin terlihat berkelas. Padahal oksigen tetap masuk lewat mulut.

Ini sandiwara sosial tingkat tinggi.

Kentut Tidak Pernah Munafik

Kentut selalu jujur. Tidak pakai pencitraan. Tidak peduli status sosial. Semua manusia setara di hadapannya.

Yang munafik itu bukan kentut.

Tapi manusia yang bilang: “Siapa ya?” sambil tahu persis jawabannya.Kentut: Suara Jujur yang Selalu Disangkal Manusia Beradab
Kentut adalah pengakuan dosa paling cepat. Tidak bisa ditarik, tidak bisa diedit, dan tidak bisa dihapus. Begitu bunyi, semua orang tahu, tapi semua orang pura-pura tidak tahu.
Otak manusia luar biasa. Bisa menyangkal kenyataan dalam sepersekian detik.
Otak Langsung Main Politik
Begitu kentut terdengar, otak tidak bertanya “apa ini?”. Otak langsung bertanya: “Siapa yang kentut?” Kalau yang kentut orang penting, otak memerintahkan jangan bereaksi.
Kalau yang kentut diri sendiri, otak berkata: “Diam. Jangan bergerak. Jangan bernapas.”

Kentut dan Teori Kambing Hitam
Saat kentut berbunyi, otak cepat mencari korban. Mata melirik ke kiri, ke kanan. Kalau ada anak kecil atau kucing, itu bonus.
Ini refleks sosial. Kentut bukan cuma bau, tapi ancaman reputasi.
Suami-Istri: Zona Kentut Tanpa Dosa
Suami kentut keras, istri hanya menghela napas. Istri kentut, suami mendadak fokus ke TV. Tidak ada sidang etik.
Ini bukan karena tidak sopan, tapi karena cinta sudah kenyang dengan realita.
Kentut yang Sengaja Ditekan: Kejahatan Terencana
Ada orang yang tidak kentut spontan. Dia menunggu momen. Ditekan pelan, diatur volumenya, lalu dilepas.
Otak bagian kreatif bekerja. Ini bukan refleks. Ini seni.
Di Depan Guru, Kentut Bisa Jadi Masalah Akidah
Di depan orang terpandang, kentut terasa seperti dosa besar. Otak panik. Usus disandera. Wajah tegang seperti ujian hidup.
Padahal di rumah, kentut bisa jadi pembuka obrolan.
NLP: Kentut Itu Netral, Pikiranmu yang Drama
Dalam NLP (Neuro Linguistic Programming), kentut hanyalah stimulus. Tidak baik, tidak jahat. Yang membuatnya memalukan adalah makna yang kita tempelkan.
Kentutnya santai. Pikiran manusianya ribet.
Hipnosis: Kenapa Kita Bisa Tertawa Mendengar Kentut
Saat rileks, otak masuk mode trance ringan. Filter moral turun. Kentut lewat, lalu tawa muncul tanpa izin.
Makanya kentut sering lucu di tongkrongan, tapi horor di ruang rapat.
Amigdala Bilang: Ini Bau, Bukan Bom
Amigdala bertugas menjaga keselamatan. Kentut tidak membunuh. Tidak menyerang. Tidak mengejar. Maka alarm tidak berbunyi.
Yang ribut itu ego, bukan otak purba.
Menutup Hidung: Bukan Takut, Tapi Gengsi
Orang menutup hidung bukan karena bahaya. Tapi karena ingin terlihat berkelas. Padahal oksigen tetap masuk lewat mulut.
Ini sandiwara sosial tingkat tinggi.
Kentut Tidak Pernah Munafik
Kentut selalu jujur. Tidak pakai pencitraan. Tidak peduli status sosial. Semua manusia setara di hadapannya.
Yang munafik itu bukan kentut.
Tapi manusia yang bilang: “Siapa ya?” sambil tahu persis jawabannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 − two =