Menata Kemenangan dengan Kaderisasi

Catatan:

Awal tahun 2026 (LKK) PKB Kudus

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus berada pada fase penentuan arah menuju tahun politik 2029.

Fase ini bukan sekadar persiapan teknis, melainkan peneguhan cara pandang bahwa kemenangan tidak datang dengan sendirinya. Kemenangan harus direncanakan, disiapkan, dan ditata dari bawah.

Bagi PKB Kudus, jalan menata kemenangan itu bernama kaderisasi. Kaderisasi bukan program pelengkap, apalagi seremonial.

Kaderisasi adalah kerja ideologis yang menentukan kuat dan rapuhnya partai dalam menghadapi kontestasi politik jangka panjang.

Sepanjang pertengahan 2025 hingga akhir tahun 2025, PKB Kudus telah mengkader lebih dari 2.300 kader militan.

Mereka dibina melalui proses yang sadar, terstruktur, dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan bukti bahwa kerja politik PKB Kudus diletakkan pada fondasi yang nyata.

Proses kaderisasi ini tidak berhenti dan tidak akan dihentikan. Menyongsong Pemilu 2029, PKB Kudus sedang membangun kekuatan sekitar 15.000 hingga 16.000 kader militan aktif. Logikanya sederhana dan mudah dipahami satu kader militan adalah satu penggerak sosial yang hidup dan bekerja di tengah masyarakatnya.

Optimisme PKB Kudus hari ini berdiri di atas kekuatan yang konkret. Saat ini PKB memiliki tujuh anggota DPRD Kabupaten Kudus, satu anggota DPR RI, dan dua anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Lebih dari itu, Kabupaten Kudus dipimpin oleh seorang bupati yang merupakan kader PKB, yang memperkuat posisi politik dan moral partai di daerah.

Di tingkat organisasi, PKB Kudus dipimpin oleh Ketua DPC dengan latar belakang aktivis dan pergerakan. Kepemimpinan semacam ini memahami bahwa partai tidak cukup hanya diurus secara administratif. Partai harus digerakkan, dan penggerak utama itu adalah kader yang memiliki kesadaran ideologis.

Kolaborasi antara kepemimpinan daerah, struktur partai, dan lembaga kaderisasi membentuk ekosistem politik yang hidup. Struktur bekerja, kepemimpinan hadir, dan kader bergerak. Dari sinilah keyakinan PKB Kudus dibangun secara rasional dan terukur.

Dengan fondasi tersebut, target 12 kursi DPRD Kabupaten Kudus pada Pemilu 2029 bukanlah ambisi berlebihan. Target ini adalah konsekuensi logis dari kerja kaderisasi yang konsisten, terencana, dan berkelanjutan. Jika kader bergerak, suara akan mengikuti.

Catatan ini menegaskan sikap PKB Kudus dalam menghadapi 2026 dan menyongsong 2029. Kami tidak memilih jalan instan, melainkan jalan yang kokoh dan bermartabat. Menata kemenangan dari bawah, melalui kader yang kuat, organisasi yang solid, dan ideologi yang terjaga.*(AHD)*

Amin Hidayat., MPd.,CI.,

Penulis Adalah Ketua  Lembaga Kaderisasi Kabupaten (LKK) PKB Kudus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =