Mondok di Pesantren Menurut GusDur

 

Catatan: Nahdliyatul Malikah

Santri putri Pondok Pesantren Yanbu’ ul Qur’an Putri Muria Kudus 

Menjadi santri adalah pilihan mulia. Tidak semua anak mau hidup sederhana, bangun lebih pagi, taat aturan, dan belajar dengan sungguh-sungguh. Santri memilih jalan ini karena ingin mendapatkan ilmu yang bukan hanya membuat pintar, tetapi juga membawa berkah.

Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) pernah mengatakan bahwa pesantren adalah tempat membentuk manusia seutuhnya. Di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga belajar adab, kesabaran, dan cara hidup bersama orang lain.

Ilmu yang dipelajari santri bukan ilmu biasa.

Santri belajar bagaimana menghormati guru, menyayangi teman, dan mengendalikan diri. Gus Dur mengingatkan bahwa orang berilmu harus rendah hati. Jika sudah pintar tetapi masih suka meremehkan orang lain, berarti ilmunya belum masuk ke hati.

Di pesantren, adab selalu didahulukan. Cara berbicara, cara duduk, dan cara bersikap diajarkan sejak awal. Ini bukan aturan tanpa makna, tetapi latihan agar santri menjadi pribadi yang berakhlak. Ilmu tanpa adab bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Guru dan ustaz di pesantren adalah pembimbing jalan hidup. Santri diajarkan taat kepada guru agar ilmunya bermanfaat. Ketaatan santri bukan karena takut, tetapi karena yakin bahwa guru menginginkan kebaikan muridnya. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menumbuhkan, bukan menekan.

Sesama santri adalah saudara.

Mondok berarti hidup bersama tanpa membeda-bedakan. Mengejek, merendahkan, atau menyakiti teman bukan sikap santri. Pesantren mengajarkan persaudaraan, saling membantu, dan saling menguatkan.

Hidup di pesantren memang tidak selalu mudah. Namun di situlah santri dilatih sabar, mandiri, dan disiplin. Semua itu adalah bekal penting untuk masa depan. Gus Dur percaya bahwa pesantren mampu melahirkan generasi yang kuat, bijak, dan peduli pada sesama.

Menuntut ilmu di pesantren adalah kehormatan. Jagalah adab, hormati guru, sayangi teman, dan niatkan belajar karena Allah. Karena ilmu yang paling berharga bukan hanya yang membuat pintar, tetapi yang menjadikan santri lebih baik sebagai manusia.Mengapa Santri Harus Bangga Menuntut Ilmu di Pesantren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + eighteen =