Strategi Prabowo di Tengah Mandeknya Upaya Dunia untuk Gaza
Analisa terhadap bergabungnya Indonesia di BOP
Sebagai seorang praktisi psikologi politik, saya melihat langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace BOP sebagai respons strategis atas kebuntuan upaya dunia menyelesaikan konflik Gaza. Selama ini, jalur utama melalui PBB kerap menemui jalan buntu akibat mekanisme hak veto. Kondisi ini membuat suara mayoritas negara dunia tidak pernah benar-benar menentukan arah kebijakan.
Dalam situasi tersebut, Prabowo memilih membuka jalur lain agar kepentingan kemanusiaan Gaza tetap bisa diperjuangkan. Indonesia tidak menunggu perubahan dari sistem global yang macet. Indonesia memilih terlibat langsung di ruang pengaruh yang memungkinkan langkah konkret.
Keputusan ini menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai penyampai sikap moral. Indonesia masuk ke dalam proses pengambilan keputusan. Inilah pergeseran penting dalam cara Indonesia memainkan peran global.
1. Kebuntuan Dunia dalam Menangani Gaza
Sebagai seorang pengamat psikologi politik, saya menganalisa bahwa konflik Gaza berulang kali dibahas di berbagai forum internasional. Namun hampir semua upaya penyelesaian berhenti di meja Dewan Keamanan PBB. Mekanisme hak veto membuat keputusan strategis sulit bergerak.
Dalam banyak kasus, negara berkembang dan negara Muslim hanya menjadi penonton. Mereka bersuara, tetapi tidak menentukan hasil. Situasi ini menciptakan frustrasi kolektif di tingkat global.
Menurut analisa saya, kebuntuan ini menunjukkan ketimpangan dalam sistem internasional. Ketika satu jalur tidak lagi efektif, pendekatan lain menjadi kebutuhan. Tanpa itu, penderitaan warga sipil Gaza akan terus berulang.
2. Board of Peace sebagai Alternatif Diplomasi
Sebagai seorang profesional psikologi politik, saya melihat Board of Peace atau BOP hadir sebagai forum alternatif yang fokus pada stabilisasi konflik dan bantuan kemanusiaan. Forum ini tidak bekerja dengan mekanisme veto. Keputusan dibangun melalui
kesepakatan bersama antarnegara.
Melalui BOP, Indonesia memiliki ruang untuk berperan lebih nyata. Indonesia tidak hanya menyampaikan kecaman atau dukungan moral. Indonesia dapat ikut mengawal distribusi bantuan dan arah stabilisasi kawasan.
Dalam konteks ini, peran Indonesia menjadi lebih fungsional. Tidak berhenti pada pernyataan, tetapi masuk ke tahap pengaruh.
3. Cara Prabowo Membaca Peluang Global
Sebagai seorang psikolog politik, saya menilai Prabowo membaca situasi global dengan pendekatan strategis. Latar belakangnya sebagai jenderal membentuk cara berpikir yang tidak linier. Konflik tidak hanya dibaca dari sisi kekuatan militer.
Prabowo memahami bahwa posisi, pengaruh, dan momentum adalah kunci. Ketika satu jalur diplomasi tidak bergerak, jalur lain harus dibuka. Ini adalah bentuk adaptasi terhadap realitas geopolitik.
Saya menganalisa bahwa langkah ini bukan reaksi spontan. Ini adalah keputusan yang lahir dari pembacaan situasi global yang matang.
4. Psikologi Perang dalam Diplomasi
Dari sudut pandang psikologi politik, saya melihat langkah ini mencerminkan praktik psikologi perang modern. Psikologi perang adalah upaya mempengaruhi konflik melalui persepsi, tekanan moral, dan posisi strategis. Bukan melalui senjata, tetapi melalui pengaruh.
Dengan bergabung ke BOP, Indonesia mengirim pesan yang jelas. Indonesia tidak pasif dan tidak hanya bersuara dari luar. Indonesia hadir di ruang yang memiliki daya pengaruh.
Dalam konflik Gaza, pesan psikologis semacam ini sangat menentukan. Dunia membaca siapa yang benar-benar terlibat dan siapa yang hanya berkomentar.
5. Untung dan Rugi Indonesia di BOP
Sebagai praktisi psikologi politik, saya melihat keuntungan Indonesia bergabung dengan BOP cukup nyata. Indonesia memperoleh akses langsung ke forum pengaruh. Indonesia dapat ikut mengawal bantuan kemanusiaan dan memperkuat posisi Palestina di tingkat global.
Langkah ini juga mempertegas peran Indonesia sebagai negara yang aktif dan bertanggung jawab. Tidak hanya berbicara, tetapi ikut bekerja.
Namun saya juga menilai risikonya tidak kecil. Ada biaya politik dan ekonomi. Presiden Prabowo menghadapi kritik dan risiko tidak populer. Inilah konsekuensi dari langkah strategis yang berpikir jangka panjang.
6. Langkah Senyap Prabowo dan Harapan Gaza
Sebagai seorang psikolog politik, saya melihat langkah Prabowo bergabung dengan BOP sebagai langkah senyap yang penuh perhitungan. Tidak ramai dan tidak demonstratif. Namun arahnya jelas dan terukur.
Fokus utamanya adalah membuka ruang pengaruh dan menjaga agar bantuan kemanusiaan tetap mengalir ke Gaza. Ini adalah kerja strategis yang sering tidak terlihat di permukaan.
Dalam pandangan saya, Prabowo menjalankan mandatnya sebagai Presiden Republik Indonesia secara utuh. Menyelamatkan Palestina tidak bisa ditempuh melalui satu jalur. Dibutuhkan keberanian membuka peluang dari berbagai arah, dan BOP adalah salah satu ruang itu.
Penulis:
Amin Hidayat, MPd., CI.,
Praktisi Psikologi Politik dan Hipnoterapi Indonesia
