Transformasi Pesantren Tak Bisa Ditunda, Menko PM Tekankan Peran FPTP

Editorial Indonesia news

Transformasi pesantren adalah keniscayaan, bukan pilihan. Di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang kian cepat, pesantren dituntut adaptif tanpa kehilangan nilai dan tradisi yang menjadi fondasi utamanya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) RI, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa pesantren tidak kekurangan gagasan. Inovasi telah lama hidup dan berkembang. Persoalan utamanya adalah lemahnya penguatan dan lambannya implementasi.

Inovasi yang tidak dieksekusi hanya akan berhenti sebagai wacana. Tanpa akselerasi yang terukur, pesantren berisiko tertinggal meski memiliki modal sosial, kultural, dan historis yang besar.

Dalam konteks itu, Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) memegang peran strategis. FPTP harus menjadi motor eksekusi, bukan sekadar ruang diskusi dan koordinasi lintas sektor.

Transformasi yang didorong bukan penyeragaman pesantren. Yang dibutuhkan adalah penguatan identitas, disertai adaptasi metodologi pendidikan, penguasaan sains, dan teknologi.

Penegasan bahwa transformasi pesantren tidak bisa ditunda adalah pesan kebijakan yang tegas. Negara, melalui fungsi koordinasi Menko PM, dituntut hadir lebih konkret dan berpihak.

Rapat Kerja FPTP menjadi momentum mengakhiri politik gagasan tanpa tindakan. Ukuran keberhasilan bukan banyaknya konsep, melainkan perubahan nyata di tingkat pesantren.

Pesantren telah teruji oleh sejarah bangsa. Kini tantangannya adalah mengubah daya tahan menjadi daya saing, agar pesantren tak hanya bertahan, tetapi memimpin masa depan Indonesia.Transformasi Pesantren Tak Bisa Ditunda, Menko PM Tekankan Peran FPTP (Ahd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =