PKB Menata Arah” Loyalitas Kader Jadi Fondasi
Semarang — Di tengah politik nasional yang kian pragmatis, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan pilihannya memperkuat kader loyal sebagai fondasi perjuangan jangka panjang. Arah itu ditegaskan dari Semarang.
Melalui Pendidikan Kader Loyalis PKB se-Jawa Tengah, Sabtu (27/12/2025), PKB mengonsolidasikan kekuatan internalnya. Kegiatan ini diikuti perwakilan kader pilihan dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, hasil seleksi internal yang disiapkan sebagai penggerak partai di tingkat akar rumput.
Instruktur Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB, Amin Hidayat, menegaskan bahwa kaderisasi loyalis menjadi instrumen strategis menjaga konsistensi arah perjuangan partai.
“PKB tidak dibangun untuk kepentingan sesaat. Loyalitas kader adalah fondasi agar partai tetap solid dan dipercaya rakyat,” kata Amin.
Menurutnya, loyalitas bukan sekadar kepatuhan struktural, melainkan kesadaran ideologis. Kader yang memahami arah perjuangan tidak mudah goyah oleh kepentingan jangka pendek dan politik transaksional.
Di tengah kompetisi politik yang kian ketat, PKB memilih memperkuat fondasi suamber daya manusia, nilai, dan kultur.
Regenerasi Kader Muda
Amin menambahkan, kaderisasi juga diarahkan untuk memperkuat regenerasi, terutama di kalangan kader muda. Regenerasi, kata dia, tidak bisa lahir dari proses instan.
“Kader muda PKB harus ideologis, profesional, dan punya keberanian moral. Politik ke depan tidak cukup hanya pintar, tetapi juga berkarakter,” ujarnya.
Para kader muda disiapkan menjadi aktor politik yang berakar pada nilai ke-NU-an dan kebangsaan sekaligus adaptif terhadap tantangan politik modern dan perkembangan zaman.
Menuju PKB Modern
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), PKB terus bergerak menuju partai modern tanpa meninggalkan basis kulturalnya.
“PKB hari ini mengandalkan kekuatan kultur, loyalitas kader, dan tata kelola organisasi yang profesional,” jelas Amin.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi modal penting PKB untuk membangun politik yang bersih, menolak politik uang, serta memperkuat kepercayaan publik.
“Kepercayaan rakyat tidak dibangun dengan amplop, tetapi dengan keteladanan,” pungkas Amin.
Reporter: Dony Indrawan
